Selasa, 22 Desember 2015

PRAKTIKUM PEMANTAUAN KEPADATAN LALAT


PRAKTIKUM PEMANTAUAN KEPADATAN LALAT
DI TEMPAT PENAMPUNGAN SAMPAH
SEMENTARA (TPS)
A.    LATAR BELAKANG
Kepadatan lalat merupakan parameter keberhasilan dalam pengelolaan sampah kepadatan lalat yang tinggi pada TPS/TPA, menandakan bahwa pengelolaan sampah tidak berhasil. Lalat bersarang dan berkembangbiak di tempat-tempat dimana terdapat bahan organic yang melimpah, termasuk dalam sampah. Hubungannya dengan kesehatan, lalat merupakan vector penyakit secara mekanik berbagai macam pencernaan. Pemantauan kepadatan lalat dilaksanakan dalam perencanaan pengendalian dan pengelolaan sampah.

B.     TUJUAN
1.      Mahasiswa terampil dalam dan melaksanakan pemantauan kepadatan lalat di TPS dan TPA.
2.      Mahasiswa mampu melakukan analisis dari hasil pemantauan lalat.
3.      Mahasiswa mampu menyusun alternative pemecahan masalah pengelolaan untuk memperkecil tingkat kepadatan lalat.

C.     DASAR TEORI
Lalat merupakan salah satu insekta ordo dipteral, yaitu insekta yang mempunyai sepasang sayap berbentuk membrane. Lalat dari genus Musca,  Fania , Phaenicia, Calliphoara, Phormia dan Tomoxis, sering disebut sebagai lalat synatropic atau domestic, karena hidup didekat manusia. Lalat sebagai vector penyakit secara mekanik, terutama penyakit saluran pencernaan makanan.
Lalat bersarang dan berkembang biak ditempat yang terdapat bahan organic, seperti sampah. Telur diletakkan pada bahan organic yang lembab. Lalat betina bertelur setelah berumur  3 – 23 hari, tergantung pada suhu dan makanan yang tersedia. Setiap kali bertelur antara 100 – 150 butir, setiap lalat semasa hidupnya mampu bertelur sebanyak 2 – 4 kali. Setelah 8 – 30 jam telur menetas menjadi larva (maggot / made), kemudian tumbuh dengan cepat antara 3 – 14 hari.

Interpretasi hasil pengukuran kepadatan lalat tiap lokasi atau blok grill adalah sebagai berikut:
0 – 2    : Tidak menjadi masalah (rendah)
3 – 5    : Populasi sedang , perlu dilakukan pengamanan tempat berkembang   biaknya (sampah, kotoran hewan, dll)
6 – 20  : Populasinya padat, perlu dilakukan pengamanan tempat berbiaknya lalat dan bila mungkin direncanakan upaya pengendaliannya
>20      : Populasinya sangat padat, perlu dilakukan pengamanan terhadap tempat berbiak lalat, serta diadakan tindakan pengendalian.

Pada tempat-tempat khusus seperti Rumah Sakit, Restoran dan Hotel disarankan tidak ada satu ekor lalat.

D.    ALAT DAN BAHAN
1.      Persiapkan Alat dan Bahan
a.       Blok grill
b.      Counter
c.       Alat tulis
d.      APD
e.       Stopwatch
E.     PROSEDUR KERJA

a.       Meletakkan blok grill pada tempat yang telah ditentukan.
b.      Menghitung  dan mencatat jumlah lalat yang hinggap selama 30 detik.
c.       Mengulangi pengukuran sebanyak 3 kali.
d.      Membuat rata-rata dari 5 perhitungan tertinggi dan mencatatnya.
e.       Merata-rata hasil perhitungan yang ada, merupakan indek / kepadatan lalat.
F.      HASIL PENGAMATAN
A
Detik ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah lalat
5
9
7
4
12
10
2
8
6
6
Perhitungan

Rata-rata      =     = =13,8

B
Detik ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah lalat
4
9
4
1
1
6
7
5
4
3
Perhitungan

Rata-rata =  = = 8,8


C
Detik ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah lalat
2
4
4
7
2
3
0
1
0
0
Perhitungan

Rata-rata =   = = 4,6

Titik 4
Detik ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah lalat
4
1
1
0
2
1
7
3
4
1
Perhitungan
Rata-rata =   = = 4,8


D
Detik ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah lalat
2
2
4
6
3
5
6
11
7
8
Perhitungan
Rata-rata =  = = 10,8


Jadi total rata-rata kepadatan lalat      =  
= 
=  
= 8,56
G.    PEMBAHASAN

Pada percobaan perhitungan kepadatan lalat ini kami melakukan di bak sampah yang ada di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Kami melakukan penghitungan di 1 titik dan melakukan sebanyak 5 kali dalam waktu 30 detik masing-masingnya.. Kemudian dilakukan perhitungan rata-rata kepadatan lalat dari 5 titik yang kami jadikan sampel adalah titik 1 = 1,8 ; titik 2 = 2,8 ; titik 3 = 4,8 ; titik 4 = 1,4 dan titik 5 = 0,8. Jadi jumlah total kepadatan lalat = 2 ekor / 30 detik.



F.     KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
·         Lalat berkembang biak atau menyukai tempat yang kotor seperti sampah
·         Lalat menyukai sampah basah dan banyak bahan organic
·          Rata-rata kepadatan lalat di titik ……ekor termasuk kategori    populasi rendah.
·         Rata-rata kepadatan lalat di titik ……ekor termasuk kategori populasi sedang perlu dilakukan pengamanan tempat berkembang   biaknya (sampah, kotoran hewan, dll)
·         Rata-rata kepadatan lalat di titik ……termasuk kategori populasi sedang perlu dilakukan pengamanan tempat berkembang   biaknya (sampah, kotoran hewan, dll)
·         Rata-rata kepadatan lalat di titik ………ekor termasuk kategori    populasi rendah.
·         Rata-rata kepadatan lalat di titik ………..ekor termasuk kategori    populasi rendah.
·         Jumlah total rata-rata kepadatan lalat = ….ekor/30 detik
·         Penempatan block grill dapat mempengaruhi kepadatan lalat.

Lampiran

Block Grill
Adalah alat yang digunakan dalam perhitungan kepadatan lalat, berupa kayu yang dirangkai dengan ukuran ( 1 x 1)meter



Tidak ada komentar:

Posting Komentar